IKHLAS

Airport bus di hari minggu yang cuacanya gak menentu, lagi lagi skenario ILLAHI yang indah, ntah merasakan "law of attraction" atau hukum "tabur tuai". Perlahan berjalan kayak keong. Perasaan ini mulai merasakan nikmat ikhlas yang sesungguhnya, ya jauh berbeda dari nikmat ikhlas yang pernah dirasakan. Tabur tuai, ya tabur kebaikan tuai kebaikan, seorang sahabat seakan memberikan makna itu yang sesungguhnya. Menemani langkah yang mulai lelah di kala sabtu siang yang memberatkan beban pikiran. Sore pun terlalu dengan mulai berkurangnya sedikit demi sedikit beban pikiran yang dirasakan. Pencerahan itu akhirnya diketahui. Berlanjut ke sabtu malam yang penuh misterius, what's next ?

Obor bercahaya yang dilapisi emas pun berada di depan mata, serasa tak percaya, tempat tujuan yang rasanya akan belum waktunya dikunjungi saat ini sudah ada di depan mata, rasa kagum layaknya "one of the village person that just ever watched it from the media" (terbahak bahak) ^_^

Langkah pun mulai mendekat ke arah bangunan yang menjulang tinggi ke langit dengan berpucukan obor terlapisi emas itu, kilauan cahaya warna warni pun menghiasi lensa kacamata. 

Jam pun terus berjalan tak bisa terhentikan, tak terasa malam pun mulai menggelapkan langit, rintik-rintik air mulai jatuh membasahi kulit dan tak terasa rintik air dari langit pun terus deras menghujam bumi. Pakaian yang melindungi kulit pun mulai basah semua, ntah apa yang ada di dalam pikiran sahabat tersebut. Ragu, sesal, kesal, atau bahagia ?
Ahhh sudahlah, paling itu hanya bisikan sang musuh nyata manusia yang biasa disebut setan. Dari kaulah sahabat saya belajar ikhlas, ya merasakan ikhlas yang sangat nikmat. Biarlah potongan-potongan kain warna biru bercak yang bersatu itu menjadi balasan yang tak sepadan.
Terimakasih sahabat, 

Minggu, 4 februari 2018, dikala bus melaju menuju bandara Soetta



Komentar

Postingan populer dari blog ini

17 BULAN